PKS NEWS UPDATE:
« »

Jumat, 01 Juni 2012

Perjalanan Da'wah Dibalik Peristiwa Isra Mi'raj


Islamedia - Isra Mi’raj termasuk salah satu peristiwa besar yang terjadi dalam kehidupan Rasulullah saw Banyak makna yang terkandung dalam peristiwa ini besar ini. Namun sayang hal tersebut sering terhalangi oleh berbagai pemahaman dan pengamalan yang tidak berdasar.
Berikut ini, pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.
1. Di antara hikmah perjalanan Isra Mi'raj sebagaimana dinyatakan para ulama adalah untuk menghibur Rasulullah saw yang saat itu mengalami duka cita mendalam karena ditinggal orang-orang terdekatnya, yaitu Abu Thalib dan Khadijah ra.
Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa dakwah di jalan Allah Ta’ala, meskipun sangat berat, penuh halangan dan rintangan, namun dibalik itu Allah sediakan balasan dan kebahagiaan yang langsung dapat dia rasakan dalam kehidupannya sebelum balasan di akhirat. Banyak hal yang didapatkan ketika seseorang ikhlash berada dalam ‘gerbong dakwah'. Hal mana tidak dia dapatkan pada selainnya. Dalam perjuangan di jalan Allah, akan terasa manisnya keimanan, indahnya persaudaraan, nikmatnya aktifitas dalam berbagai kegiatan, optimisme kehidupan dan dekatnya pertolongan.
2. Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw melakukan shalat sebagai imam diikuti oleh para nabi sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan kepemimpinan Rasulullah saw di hadapan para nabi. Sekaligus berisi pesan tentang misi dakwah Rasulullah saw yang bersifat universal. Bukan hanya untuk satu suku dan golongan, tetapi untuk semua umat manusia. Semua ajarannya berlaku untuk semua bangsa dan golongan serta dapat direalisasikan.
Adalah keliru pandangan yang mengidentikkan Islam dengan Arab atau Arab dengan Islam. Meskipun tidak dipungkiri bahwa Rasulullah saw diutus di negeri Arab dan al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab sedangkan negeri-negeri Arab serta bangsa Arab menjadi pusat penyebaran Islam
Hal ini pada gilirannya menuntut kita untuk memiliki bekal yang mumpuni tentang ajaran Islam, sehingga dapat memilah mana yang sesungguhnya merupakan ajaran Islam dan mana yang sekedar adat atau budaya lokal saja. Agar jangan sampai lagi ada kaum muslimin yang mengatakan bahwa jilbab adalah budaya Arab sedangkan ‘Irama Padang Pasir’ justru diperdengarkan sebagai pembuka pengajian (karena dianggap bagian dari Islam).
3. Isra Mi’raj merupakan merupakan isyarat bahwa faktor utama kemenangan kaum muslimin terhadap musuhnya adalah kuatnya hubungan dia kepada Allah Ta’ala (Quwwatushshilah billah). Kita tidak menafikan kebutuhan terhadap faktor-faktor yang bersifat materi, namun pangkal dari semua itu adalah kekuatan hubungan kepada Allah.
Pada peristiwa ini, tampak sekali dekatnya hubungan Rasulullah saw kepada sang Khaliq, bahkan kedekatan tersebut diperjelas dengan diangkatnya beliau menemui-Nya dan kemudian menerima perintah langsung ibadah shalat sebagai media untuk menjaga hubungan kepada Allah. Sehingga seorang ulama mengatakan bahwa shalat adalah Mi’rajul Mu’min, naiknya ruh seorang mukmin untuk menghadap Allah Ta’ala.
Karena itu dalam sirah Rasulullah saw, kita dapatkan bahwa setelah peristiwa Isra Mi’raj, terjadi peristiwa Baiatul Aqabah pertama, beberapa pemuda Madinah berbaiat kepada Rasulullah saw untuk menerima Islam dan siap mendakwahkannya dengan berbagai resiko yang akan mereka tanggung. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak utama bagi eksisnya Islam di Madinah kemudian hari, dan berikutnya menjadi pintu bagi tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia.
4. Isra Mi’raj merupakan ujian keimanan setiap muslim untuk mempercayai apa yang dibawa Rasulullah saw. Sebab peristiwa sebesar itu hanya dapat diterima dengan bahasa keimanan dan keyakinan. Itulah sesungguhnya inti dari aqidah; Meyakini tanpa keraguan. Bagi seorang muslim jika berita tersebut benar bersumber dari Allah dan Rasul-Nya, maka tidaka ada peluang bagi dirinya kecuali menerimanya dengan penuh keyakinan, tidak ada yang mustahil dalam kekuasaan Allah Taala.
Sikap inilah yang ditunjukkan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq ra ketika tanpa ragu dia menyatakan keimanannya terhadap apa yang dialami Rasulullah saw. Maka ketika orang-orang ingin mengetahui sikapnya tentang peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah saw, tanpa ragu beliau langsung menjawab, “Jika benar itu dari Rasulullah, lebih dari itu aku akan percaya!” Karena itu dia dijuluk Ash-Shiddiq (yang membenarkan).
Aqidah dan ajaran dalam Islam tidak bertentangan dengan akal sehat, namun bukan berarti keimanan kita terhadap aqidah Islam bergantung terhadap pemahaman logika.
5. Setelah menempuh perjalanan yang sangat fantastis, penuh keagungan dan kebesaran Allah, diperlihatkannya surga dan neraka, namun akhirnya Rasulullah saw kembali ke bumi di tengah masyarakatnya.
Hal ini memberikan pelajaran bagi seorang muslim, bahwa siapapun yang ingin mengamalkan dan mendakwahkan ajaran Islam, hendaknya dia harus hidup di tengah masyarakatnya dengan segala problematika dan permasalahannya. Islam tidak hanya cukup ditampilkan kebesarannya di atas podium, mimbar, dan kitab-kitab, tetapi kebesarannya harus mampu ditampilkan dalam kehidupan nyata. Dan itu hanya dapat dilakukan ketika semua muslim hidup di tengah masyarakatnya dan bergelut dalam kesehariannya seraya tetap membawa nilai-nilai Islamnya dalam semua aspek kehidupannya.
Tampilan Rasulullah saw dalam dakwahnya sungguh-sungguh merupakan tampilan manusia biasa yang berada di tengah-tengah masyarakatnya, beliau menahan lapar, terluka, bersembunyi, memakai baju perang, masuk ke pasar, jalan ke lorong-lorong, menyelesaikan pertikaian antar pribadi atau rumah tangga, dsb.
6. Isra Miraj memiliki pesan yang sangat dalam tentang ketekaitan erat Masjidil Aqsha dalam hati umat Islam. Singgahnya Rasulullah saw di Masjidil Aqsha dalam perjalanan Isra Mi'raj tentu bukan peristiwa yang dapat dianggap sambil lalu, kecuali dia memiliki kedudukan istimewa di tengah kaum muslimin.
Masjid yang hingga kini masih saja berada dalam kekuasaan kaum Yahudi menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam untuk memiliki perhatian khusus terhadapnya. Karena jatuhnya salah satu tempat suci kaum muslimin di tangan Yahudi menjadi tanggung jawab tersendiri bagi kaum muslimin untuk membebaskannya.
Pihak Yahudi berupaya sekuat tenaga agar masalah al-Aqsha disempitkan sebagai masalah Timur Tengah, kemudian dipersempit lagi menjadi masalah bangsa Arab, lalu dipersempit lagi menjadi masalah bangsa Palestina. Itu jelas menyesatkan, karena sesungguhnya masalah al-Aqsha adalah masalah kaum muslimin secara keseluruhan apapun ras dan suku bangsanya.
Karena itu, walau sekecil apapun, harus ada kontribusi yang dapat diberikan seorang muslim untuk kebebasan Al-Aqsha dan bumi Palestina dari cengkraman tangan-tangan Yahudi yang dimurkai Allah. Walau sekedar untaian doa di sela-sela kekhusyuan ibadah kita kepada-Nya.
Wallahualam

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/10/abdullah.jpg
Abdullah Haidir, Lc - Riyadh

Latar Belakang Isra’ dan Mi’raj

dakwatuna.com – Tersebutlah dalam sirah Nabawiyah bahwa Rasulullah SAW ditinggal mati oleh dua orang; Khadijah -radhiyallahu ‘anha- dan Abu Thalib.  Padahal, selama ini dua orang tersebut telah berperan besar bagi dakwah Islamiyah.

1. Ummul Mukminin Khadijah -radhiyallahu ‘anha- , sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits, adalah:
- Wanita dan bahkan manusia pertama yang beriman kepada Rasulullah SAW.
- Seorang mukmin yang mengorbankan seluruh hartanya untuk dakwah, dan
- Seorang istri, yang darinya Rasulullah SAW mempunyai anak (keturunan).
2. Abu Thalib, meskipun belum beriman, namun, mengingat posisinya sebagai paman Rasulullah SAW, ia telah membela Rasulullah SAW dengan sangat luar biasa.

Namun, di tahun itu, keduanya meninggal dunia, maka beliau SAW sangat bersedih, dan karenanya, tahun itu disebut ‘amul huzni (tahun kesedihan). Kesedihan itu semakin lengkap, manakala Rasulullah SAW mencoba membuka jalur dakwah baru, Thaif. Siapa tahu, Thaif yang sejuk, dingin, hijau, mempunyai pengaruh besar terhadap warganya, sehingga sikap mereka barangkali sejuk dan segar dalam menerima dakwah beliau SAW. Tidak seperti Mekah (saat itu) yang keras, semuanya tertutup batu, sehingga “membatu” sikap mereka terhadap dakwah. Namun, bukannya kedatangan Rasulullah SAW di Thaif disambut, tapi malah disambit.

Singkat cerita, dalam perjalanan pulang ke Mekah, terjadi tiga peristiwa:
1. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang bernama Adas, dari Nainuwa, kampung halaman nabi Yunus AS. Dalam pertemuan itu, Adas menyatakan masuk Islam. Hal ini seakan mengatakan kepada Rasulullah SAW: “Jangan bersedih wahai Muhammad, kalau orang Mekah, orang Arab tidak mau beriman, jangan bersedih, nih buktinya, orang Nainuwa mau beriman”.
2. Rasulullah SAW bertemu dengan sekelompok jin, dan saat dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, mereka menyatakan beriman. Hal ini seakan memberi message kepada Rasulullah SAW: “Seandainya pun seluruh manusia tidak mau beriman, engkau pun tidak peru bersedih wahai Muhammad SAW, sebab, bangsa jin telah membuktikan bahwa mereka siap beriman kepadamu”.
3. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Hal ini seakan berkata kepada Rasulullah SAW: “Bahkan, seandainya pun seluruh penghuni bumi, baik manusia maupun jin, tidak mau beriman kepadamu wahai Muhammad, engkau pun tidak perlu bersedih, sebab, buktinya, masyarakat langit semuanya gegap gempita menyambut kedatanganmu”.

Dari sudut pandang ini, peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan tasliyah (pelipur lara) yang sangat luar biasa bagi Rasulullah SAW.

Lalu apa pelipur lara kita?

Mestinya adalah shalat, sebab oleh-oleh Isra’ dan Mi’raj utamanya adalah shalat, dan Rasulullah SAW menjadikan shalat sebagai qurratu ‘ain dan sekaligus rahah (rehat). Wallahu a’lam.

Oleh: Musyafa Ahmad Rahim, Lc

Detik yang Berkualitas

dakwatuna.com - Kita semua punya detik-detik berharga dalam hidup kita. Kita semua memilikinya. Namun yang sering terjadi nyatanya kita kadang terlena, terlupa, kurang terjaga bahwasanya detik yang baru saja kita lewati merupakan detik berharga. Detik berharga dalam hidup-hidup kita.

Mungkin karena kita lena tentangnya maka pada suatu waktu nanti kita akan teringat juga, teringat tentang beberapa keputusan yang kita buat di masa yang lampau. Tentang detik-detik keputusan itu.

Bahwa saat itulah, ternyata adalah detik berharga dalam hidup kita. Di mana peluang dibentangkan, apakah berujung kepada kesyukuran ataupun kesabaran akan takdir yang kuasa.

Namanya Hanzhalah bin Abi Amir Radiallahuanhu. Temanten baru yang malamnya berduaan dengan istrinya, tetapi pagi punya cerita lain untuknya. Seruan Jihad. Gunung UHUD menunggu.

Memperoleh detik berkualitasnya ketika terjadi pertarungan batin. Pertarungan batin untuk memenangkan ke-absurd-an kenikmatan dunia ataukah memenangkan kekekalan janji langit. Maka lihatlah Hanzhalah segera bersicepat memenuhi janji langit, secepat-cepatnya, segiat-giatnya. Hingga belum melakukan mandi janabat menuju syahidnya pada saat perang UHUD saat itu juga. Subhanallah.

Dan kita dengarkan Rasulullah bersabda, “Sungguh Aku melihat Malaikat memandikan Hanzhalah bin Amir RA antara langit dan bumi dengan air awan dalam bejana terbaut dari perak.”

Adalagi riwayat teladan tentang Umair bin Hammam membuang kurma sambil berkata, “Bakh! Bakh! Tidaklah aku dapat masuk ke dalam jannah kecuali aku harus terbunuh oleh musuh.” Kemudian dia membuang kurma yang ada di genggaman tangan dan segera menghunus pedang untuk memerangi musuh sampai dia terbunuh. Dan dia Umair bin Hamman pun mendapat detik keputusan yang berkualitas dalam hidupnya. Segera menyongsong kebaikan yang agung dengan tanpa menunggu menghabiskan kurma di tangan.

Ada banyak cerita lain yang sungguh luar biasa untuk kita jadikan pijakan tentang orang-orang mulia di sekitar Nabi. Orang-orang mulia yang sering memperoleh detik berkualitas dalam hidupnya. Karena Quran bersama mereka, karena sunnah menghiasi hidup mereka.

Seperti kata pak Steven Covey yang sering kita dengar juga. Bahwa 10% dari hidup adalah apa yang terjadi pada diri kita. Sedangkan 90% lainnya adalah reaksi apa yang kita lakukan dari apa yang terjadi.

Tentu saja dengan mengesampingkan benar tidaknya perbandingan prosentase yang ada. Paling tidak seperti itulah kurang lebihnya. Semua dari kita bisa menerima apapun dalam hidup ini. Bisa senang, bisa suka bisa duka. Namun beda orang akan beda juga cara memaknai hidup. Maka dari pemaknaan inilah tentunya akan menghujung pada keadaan yang berbeda pada tiap orang. Walaupun masalah yang diterima sama. Tapi karena detik penentuan yang berkualitas ini berbeda, maka tentu saja keadaan yang dicapai pun akan berbeda pula semestinya.

Silakan meminta pada Allah Tuhan kita, silakan belajar dengan sebenar-benar belajar dan silakan berkumpul dengan orang-orang baik dan shalih. Karena dari Allah dan orang-orang itu kita berusaha menyesap energi yang sebanyak-banyaknya, energi langit yang seluas-luasnya. Karena dengan membersamainya – Allah dan orang-orang shalih- kita akan lebih mengerti cara menuju hidup yang sesungguhnya. Karena dengannya pula kita akan dalam tuntunan sesungguhnya.  Agar kita mendapat detik yang berkualitas dalam hidup kita.

Dan sidang pembaca yang berbahagia silakan memilah dan memilih detik-detik yang berkualitas dalam hidup njenengan. Silakan

Jadilah Seperti Air

dakwatuna.com – “Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa, Maha pengampun. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu cacat?”(QS. Al Mulk: 1-3)

Allah menciptakan apa-apa yang ada di langit dan di bumi, agar kita mampu berfikir dan menelaah. Saat kita duduk di tepi sungai, akan kita rasakan serasinya ciptaan Allah. Batu yang sangat keras dan kokohnya, air yang mengalir sangat lembut. Tidakkah kita mampu menerapkannya dalam kehidupan yang sebenarnya.

Kita ambil ‘ibrah dari air dan batu yang dapat bekerja sama dengan satu harmoni yang sangat indah sesuai kehendak-Nya. Begitulah seharusnya kita bersikap dan bertindak dalam dakwah ini. Dakwah ini tidak akan berjalan dengan segelintir orang saja, tetapi atas banyak unsur yang berjalan dengan serasi. Begitu indah pelajaran yang bisa kita tarik dalam setiap ciptaan-Nya.

Dakwah ini tidak akan berjalan dengan selalu memperselisihkan tugas,

“Ini hak Antum, ini hak Ane. Ini kewajiban Antum, dan ini kewajiban Ane,”

Malulah kita dengan apa yang terjadi dengan air dan batu. Tidak ada pertikaian di antara mereka. Kita sama-sama muslim dan kita adalah saudara.

Memahami keadaan itu, kita akan menemukan sebuah pelajaran penting dalam ukhuwah. Hati kita harus selalu dijaga kelembutannya, agar ruh-ruh kita tetap bercahaya. Kita dalam dakwah ini bukan saling terikat membebani, melainkan untuk saling tersenyum memahami dan saling mengerti dengan kelembutan nurani.

Tertatih kita menjalani kehidupan dalam dakwah ini, menyambung silaturahim yang terasa kering, dan hubungan yang terasa sangat pahit. Saat kita memaknai dan menamakan hubungan ini karena Allah maka semuanya akan terasa indah dan sejuk dalam sanubari.

Dakwah ini meniti jalan yang sangat terjal dan berliku, penuh dengan onak dan duri. Kembali kita meluruskan niat, mengokohkan tekad, menguatkan simpul komitmen kita dalam dakwah dan menunaikan setiap tanggungan amal-amal yang harus di tunaikan. Tanpa harus memikulkan tanggungan kita kepada yang lain, atau membebankan tugas yang seharusnya dipikul bersama kepada sebagian dan bahkan seorang saja.

Berusaha mengukur sendiri kemampuan diri untuk mampu mengukur kemampuan orang lain. Saat kita merasa itu berat bagi kita jangan lantas di alihkan ke salah seorang ikhwah kita.

Jangan tanyakan lagi tentang keikhlasan kepada mereka, karena mereka akan dengan rela dibebani banyak tugas meski yang lain dalam keadaan tenang karena bebas tugas. Yang mereka pikirkan adalah pahala dan cinta dari Tuhannya.

Tapi apakah kita tega dan bersenang hati melihat saudara kita terbebani? Dia tertatih dengan tugasnya sementara kita menyibukkan diri dengan kehidupan pribadi?

“Cintailah orang lain sebagaimana kau ingin dicintai. Perlakukanlah orang lain, sebagaimana kau ingin di cintai.”

Maka orang lain akan banyak yang salah paham. Ada yang merasa tersakiti dan terluka dari cara kita menyayanginya. Dan orang akan merasa kita tidak mencintainya padahal itu wujud cinta kita padanya.

Maka gantilah bunyinya, “Cintailah orang lain sebagaimana mereka ingin di cintai. Perlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan.”

Dengan begitu maka dakwah dan ukhuwah ini akan terasa indah. Tidak ada yang merasa hanya sebagian yang terbebani dan sebagian bebas dari tugas.

Maka mencobalah untuk menanyakan kepada saudara kita. Dan pahami setiap kemampuan diri kita adalah berbeda. Dengan meminta masukan pendapat itu maka akan semakin menguatkan persaudaraan dan melimpahkan ketulusan.

Muzammil Yusuf : Lembaga Survei Jangan Coreng Keilmuan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCwbk3APEXIat-pN_65ihnQ-4EifNbzyMP4xt3NZJPY2iM2Rqof01IWMGAU9F8xEjcvigarcnV1yvERnlMGAlYizwnFyElOSZGYPiVIInQDeQfbmjalyhnbaov7OQP8dczi-c42GMMgcQ/s320/muzammil.jpg
Islamedia - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Almuzzammil Yusuf menilai hasil survei Pilkada DKI yang baru-baru ini dipublikasikan oleh lima lembaga survei memiliki perbedaan yang signifikan. Muzzammil menyayangkan banyaknya lembaga survei yang telah menggiring opini publik untuk mendukung kandidat tertentu dibandingkan memotret realitas sosial yang sebenarnya.

Menurutnya hal ini bisa disebabkan tiga hal. Pertama, karena ada lembaga survei yang tidak paham terhadap metodologi riset. Kedua,  lembaga survei tersebut dibayar oleh salah satu kandidat. Ketiga adalah kedua-duanya, lembaga survei yang tidak paham dan dibayar oleh kandidat tertentu.

“Tapi, saya yakin dari lembaga survei tersebut ada yang benar-benar memotret realitas pilihan warga DKI karena didasari oleh keilmuan dan metodologi yang benar.” Ujar Muzzammil di DPR RI, 31 Mei 2012.

Menurut Muzzammil, untuk menilai lembaga survei yang kredibel dan tidak, bisa dilihat dari hasil Pilkada DKI nanti. Survei yang kredibel hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perolehan suara Pilkada.

“Jika ada lembaga survei yang hasilnya berbeda jauh dengan hasil perolehan suara Pilkada sebaiknya lembaga survei tersebut tidak usah digunakan lagi. Lembaga survei ini telah bergeser perannya dari produk ilmiah menjadi produk politik partisan”. Papar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Untuk itu, Muzzammil berharap media massa dapat mempublikasikan kepada publik mana saja lembaga survei yang komitmen menjaga marwah keilmuan riset dan mana saja lembaga survei yang telah mencoreng keilmuan riset.

“Jadi media massa perlu terlibat dalam mengontrol dan mengkritisi hasil survei dengan cara mempublikasikan kepada masyarakat mana saja lembaga survei yang kredibel dan yang tidak kredibel setelah melihat perolehan suara Pilkada DKI nanti”. Kata politisi dari Dapil I Lampung ini.

Pergeseran peran lembaga survei ini, kata Muzzammil,  terjadi juga di negara lain. Akhir-akhir ini yang mengejutkan adalah hasil Pilpres di Mesir. Hasil perolehan suara Pilpres Mesir berbeda jauh dengan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei di Mesir dan Internasional.

Menurut Muzzammil, hasil survei Pilpres Mesir yang telah dipublikasikan oleh beberapa lembaga survei menunjukan bahwa perolehan suara terbanyak sebesar 30% diperoleh Amr Mousa, sedangkan Mohammad Morsi pada posisi kelima dengan perolehan suara 5%.

“Namun Senin 28 Mei 2012 kemarin, KPU Mesir secara resmi mengumumkan hasil putaran pertama Pilpres yang digelar tanggal 23-24 Mei lalu telah membalikan posisi keduanya. Mohammad Morsi pada posisi pertama dan masuk pada Pilpres putaran kedua sedangkan Amr Mousa pada posisi kelima.” Paparnya.

Dari sini, Muzzammil berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi hasil survei dari lembaga survei yang tidak kredibel. Masyarakat harus cerdas memilih pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki kapasitas, sholeh, dan teruji amanah. 

Tim Hidyat Temukan Ratusan Ribu Pemilih Bermasalah



Islamedia - Tim sukses (timses) pasangan calon nomor 4, Hidayat-Didik mengeklaim menemukan ratusan ribu Daftar Pemilih bermasalah dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) terbaru KPUD per 30 Mei. Ketua Tim sukses (timses) pasangan nomor 4, Hidayat-Didik, Triwisaksana, mengatakan, ada penambahan ratusan pemilih siluman yang patut diwaspadai. 

Triwisaksana atau akrab dipanggil Bang Sani menilai setidaknya ada lima model penambahan pemilih yang ditelusuri oleh tim pasangan nomor 4. Pertama adalah penambahan 94.677 pemilih yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Penambahan ini adalah hasil dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) setelah penyisiran akhir per 30 Mei oleh KPUD DKI Jakarta.

Bang Sani menjelaskan, data DPS per 20 Mei tim Hidayat-Didik menemukan NIK ganda 131.477 pemilih. "Namun data DPS setelah disisir kembali oleh KPUD, kami menemukan berkurang 36.800 pemilih. Jadi bisa disimpulkan KPUD tidak menghapus semua NIK ganda," terang Bang Sani dalam rilisnya, Kamis (31/5).

Kedua, Bang Sani mengungkapkan temuan tim Hidayat-Didik adanya penambahan 2.901 pemilih pemula dengan  NIK kosong. Dari data sebelumnya yang 4.152 pemilih DPS per 20 Mei, menjadi 7.052 pada DPS baru per 30 Mei hasil penyisiran terakhir sebelum penetapan.

Ketiga, tim mendapati adanya penambahan NIK tidak berstandar Jakarta. Pada DPS per 20 Mei jumlah NIK yang tidak berstandar Jakarta 80.297 pemilih, namun pada DPS terbaru per 30 Mei didapati 82.571 pemilih dengan NIK tidak standar Jakarta.

Keempat, ditemukan pula modus penambahan dengan menggunakan NIK bodong alias palsu. Menurut Bang Sani, seharusnya NIK 16 digit, tetapi ditemukan 17.073 NIK yang tidak sesuai dengan 16 digit. Kelima, didapati 427.109 NIK dari Kartu Keluarga (KK) yang kosong atau bukan KK dari Jakarta. Untuk itu, dia meminta KPUD meneliti kembali sebelum DPS ini ditetapkan pada Sabtu (2/6).

Di tempat terpisah, sebelumnya KPUD menilai berbagai temuan yang ada itu ada baiknya diserahkan kepada KPUD untuk diteliti kembali. "Kami menerima masukan, apabila ada temuan segera serahkan ke KPUD sebelum penetapan," ujar Anggota KPUD Pokja Pendataan Pemilih, Aminullah.
Sumber : Republika

Subhanallah..Allah Ciptakan Kucing Begitu Mengagumkan


Islamedia - Mata kucing merupakan salah satu bukti kesempurnaan Allah dalam penciptaan. Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluknya. Di salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya ;
Dia – lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )
Penglihatan malam kucing sangat kuat
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hamper 90% mata ) sehingga mereka lebih mudah melihat cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, system bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.
Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari. Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bias melihat lebih baik dalam gelap.  Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahanya, melainkan hasil dari pemantulan.
Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel – sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel – sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.
Berkat sel – sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat ;
Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqara 117 )
Bola mata kucing lebih besar
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;
Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )
Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating  membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.
Apakah mata kucing sensitive pada gerakan
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing. Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.
Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan  kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.
Detil dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing di ciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.
Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;
Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )
Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka. Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;
Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )
Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;
Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 ) 
-hy-

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan