PKS NEWS UPDATE:
« »
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

Hidayat: Sungai Ciliwung Berpotensi Menjadi Wisata Sungai



JAKARTA (5/6) - Tahun 2012, Hari Lingkungan Hidup Sedunia sudah menginjak usia ke-40. Pada usia ke-40, seharusnya lingkungan semakin lama semakin baik. Namun pada kenyataannya, pencemaran lingkungan semakin lama semakin parah.

Cagub DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, mengatakan saat ini Jakarta sebagai ibukota negara mendapat berbagai 'penghargaan' mengenai lingkungan dari mulai kota terpolusi nomor 3 di dunia, kota termacet di dunia, kota dengan mal paling banyak sampai kota dengan tempat sampah terpanjang di dunia.

"Padahal dalam sejarahnya, sungai Ciliwung adalah sumber kehidupan masyarakat di tanah Pasundan dan Pajajaran sampai Batavia. Ciliwung menjadi sumber air bersih untuk minum, memasak dan mandi, sumber air untuk pertanian jalur transportasi perdagangan serta tamasya," ujar Hidayat di sela-sela kegiatan menyusuri sungai Ciliwung, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Menurut mantan Ketua MPR ini, kondisi obyektif tingkat pencemaran sungai Ciliwung cukup parah. Saat ini sampah per hari yang mengotori sungai Ciliwung mencapai 360 m3. Setahun sampah sungai Ciliwung mencapai 131.400 m3 setara dengan 2 candi Borobudur (1 candi volumenya 55.000 m3).

Kondisi hutan yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sudah sangat kritis. Dari syarat 30% hutan yang ditentukan, hanya tersisa 9% hutan di DAS Ciliwung. Mennurut cagub DKI nomor urut 4 ini, sungai Ciliwung yang dulu menjadi sumber kehidupan sekarang menjadi sumber bencana terlebih ketika musim hujan datang.

Dia menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan gubernur DKI mendatang untuk memperbaiki kondisi sungai Ciliwung.

Pertama, melakukan koordinasi secara menyeluruh dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetangga yang menjadi aliran Ciliwung (Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok). Untuk itu, diperlukan pemimpin Jakarta yang mampu membangun komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah pusat dan kepala daerah penyangga.

Kedua, bersama-sama membentuk komunitas masyarakat peduli Ciliwung dengan menerapkan aturan ‘anti-rubbish dracula’, yaitu memberikan hukuman kepada warga yang tertangkap basah membuang sampah ke sungai dan menjadikannya sebagai sebagai mata-mata bagi orang yang membuang sampah lainnya untuk dihukum pula.

Ketiga, membangun wisata sungai. Membangun wisata sungai seperti sungai Chao Praya di Bangkok. Sungai Chao Praya airnya sama cokelatnya seperti di Ciliwung, belakangnya juga banyak eceng gondok. Tapi wisatanya maju dan berkembang karena mereka memperhatikan kebersihan.

"Bedanya lagi, rumah-rumah di Thailand menghadap sungai tidak seperti di Indonesia. Rumah masyarakat membelakangi sungai. Atau bisa juga dengan mencontoh China, beberapa pinggir sungai dibebaskan dan dibuat jogging track atau jalur pejalan kaki," pungkas Hidayat.




Kamis, 07 Juni 2012

Merindukan Sosok Ali Sadikin, AM Fatwa Dukung Hidayat+Didik Pimpin Jakarta


dakwatuna.com – Jakarta. Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut empat, Hidayat-Didik terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini anggota DPD AM Fatwa datang memberikan dukungan bersama elemen Human Resources Center (HRC).

“Hidayat, kita semua tahu bagaimana kepemimpinan nasionalnya,” kata AM.Fatwa, Kamis (31/5) bersama 300 lebih perwakilan kepemudaan HRC di Markas Pemenangan Hidayat-Didik, Jalan Buncit Raya 30, Jakarta Selatan.

Wakil ketua MPR 2004-2009 ini tak meragukan kapasitas kepemimpinan Hidayat yang sudah mendunia. Ketika menjabat presiden PKS pada pemilu 2004 lalu, Hidayat membawa PKS meraih suara tertinggi di Jakarta. Selain itu Hidayat sukses menjadi pucuk pimpinan lembaga tinggi negara, MPR dari 2004-2009.

“Terakhir beliau menjabat ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, artinya hubungannya sudah dengan dunia internasional,” papar AM Fatwa.

HRC sendiri terdiri dari elemen inti kepemudaan seperti Pemuda Karang Taruna, Forum Mahasiswa Indonesia, Remaja Masjid Rawa Belong, Forum Masyarakat Tanah Tinggi, dan beberapa organisasi lainnya
“Kami siap bekerja dan memenangkan Pak Hidayat dan Pak Didik untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta,” kata koordinator HRC Fahrurozi.

Hidayat Seperti Sosok Ali Sadikin
Senator Senayan ini juga mengungkapkan kerinduannya akan sosok Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta ke 9. Menurut Fatwa, sosok Hidayat sangat pas dengan karakter kepemimpinan seperti Bang Ali.
Dia mengatakan matangnya kepemimpinan Ali Sadikin selama menjadi memimpin Jakarta.

“Ali Sadikin adalah gubernur paling dikenang oleh siapapun, khususnya warga Jakarta. Beliau membuat banyak gebrakan,” kata Mantan Staff Gubernur Ali Sadikin ini.

AM Fatwa percaya, pasangan Hidayat Didik mampu membuat Jakarta kembali jaya.
“Saya percaya, Jakarta akan sejahtera, kembali jaya,” pungkas AM Fatwa.***
 


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/20838/merindukan-sosok-ali-sadikin-am-fatwa-dukung-hidayatdidik-pimpin-jakarta/#ixzz1x8ZYVdiS


Rabu, 06 Juni 2012

14 Harapan Di Balik Nama PKS


 


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini memasuki usianya yang ke-14. Ibarat manusia, usia 14 tahun dalam syariat diistilahkan dengan amrad, tahun terakhir amrad. Fase amrad merupakan masa di mana anak memerlukan pengembangan potensinya dan memasuki masa baligh. Sebelum fase amrad, telah dilalui tiga masa yaitu bayi (0-2 tahun), thufulah/anak-anak (2-7 tahun), dan tamyiz (7-10 tahun).

14 tahun juga berarti fase taklif akan menjelang. Taklif yang umumnya dimulai pada usia 15 tahun merupakan masa di mana tuntutan tanggungjawab dan beban sudah mulai berada di pundak seseorang.

Jika diperhatikan, perjalanan PKS juga mirip-mirip demikian. Kini ia berada pada masa pengembangan potensi-potensinya, untuk di tahun-tahun berikutnya harus siap memikul amanah dan tanggungjawab yang lebih besar dalam mengelola negara. Maka masa sekarang ini merupakan masa transisi sekaligus persiapan untuk mengambil tanggungjawab itu, yang jika dimaknai oleh kader dan struktur partai Islam itu akan menjadikannya kokoh dalam memimpin dan melayani.

Meskipun saat ini baru berusia 14 tahun, setidaknya telah ada 14 harapan terhadap PKS sesuai dengan namanya:

Pantang Korupsi Sogokan
Inilah yang diharapkan publik dari PKS, yang juga menjadi poin pertama dalam tulisan Al Muzammil Yusuf “Spiritualitas Politik”. Tahun lalu Kompas melaporkan, sepanjang 2004-2011 Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 158 kepala daerah tersangkut korupsi dan sedikitnya 42 anggota DPR pada 2008-2011 juga terseret korupsi. Semoga PKS bisa membuktikan kader-kadernya tidak terlibat dan selamanya tidak terlibat, bahkan berada pada garda terdepan pemberantasan korupsi.

Penghapus Kemiskinan Sistemik
Jika salah satu calon presiden Mesir sudah berkampanye “Kemiskinan adalah musuh pertama Mesir”, sesungguhnya Indonesia juga tidak jauh berbeda. Pada Maret 2011, angka kemiskinan tercatat sebesar 12,5 persen. Angka itu dari BPS, namun faktanya bisa lebih besar. Jika PKS mampu menggulirkan program-program peningkatan kesejahteraan, tentu ia telah mewujudkan salah satu harapan terbesar rakyat Indonesia. Selain melalui program partai, pada daerah yang kepala daerah (walikota/bupati/gubernur) nya PKS, perlu dijadikan sebagai daerah percontohan sehingga masyarakat percaya ketika PKS menang dan menjadi presiden, kemiskinan bisa diperangi.

Pelopor Kehidupan Syariah
Harapan yang tidak boleh diabaikan oleh PKS sebagai Partai Islam, apalagi partai dakwah adalah sebagai Pelopor Kehidupan ber-Syariah. Yakni bagaimana mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan memasukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kader-kader PKS telah ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiyah, masyarakat juga berharap bahwa kebaikan itu bisa dirasakan pada level yang lebih luas.

Pemimpin Kharismatik Sederhana
Publik sangat respek dengan pemimpin-pemimpin yang kompeten, kharismatik namun tetap bersahaja. Orang-orang seperti Jenderal Soedirman dan M. Natsir jauh lebih disuka dan dirindukan daripada pemimpin yang tampil mewah atau bergaya parlente. Tokoh PKS semacam Hidayat Nur Wahid memenuhi kriteria seperti ini, dan karenanya ia disukai secara luas oleh orang-orang di luar PKS sekalipun. PKS harus memperbanyak pemimpin kharismatik sederhana seperti itu.

Partai Keikhlasan Sanubari
Singkatan ini juga dipakai Al Muzammil Yusuf pada tulisan “Spiritualitas Politik.” Pada tulisan itu ia merekam banyak peristiwa di mana orang-orang dari berbagai kalangan memilih dan berharap kepada PKS karena keikhlasan sanubarinya. Seperti seorang tokoh nasional yang menolak lamaran partai besar (waktu itu) dan memilih PKS, walaupun tak ada keuntungan duniawi yang diperolehnya. Seorang aleg partai lain rela meninggalkan partainya setelah mengetahui kebobrokan di gedung dewan, lalu memilih PKS meskipun tak ada jaminan apapun. Bahkan seorang haji yang berdoa dan mendapat petunjuk di samping ka'bah hingga keyakinannya kuat memilih PKS. Seperti kata Ibnu Qayyim bahwa hati yang ikhlas itu laksana cahaya yang bisa ditangkap hati ikhlas lainnya, semoga kader-kader PKS tetap menjaga keikhlasan dan idealismenya.

Palestina Kita Sayangi
Umat Islam itu bersaudara. Dan persaudaraan itu tak boleh dibatasi oleh sekat-sekat geografis. Jika kaum Muslimin di sebuah negara menderita, maka penderitaan itu juga dirasakan oleh saudara Muslim lainnya dan karenanya harus dibela. Palestina telah menjadi ikon bumi jihad akibat penjajahan Zionis Yahudi. PKS menjadi salah satu partai yang concern terhadap Palestina dan karenanya ia disukai dan menjadi harapan banyak Muslim di negeri ini. Ada kedekatan yang luar biasa yang harus terus dipertahankan, karena PKS itu artinya Palestina Kita Sayangi.

Partai Keluarga Sakinah
Di tengah maraknya kasus KDRT, perselingkuhan, perceraian, dan masalah rumah tangga, PKS hadir dengan Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Jauh sebelum mendirikan RKI, kader-kader PKS telah berupaya menerapkan tuntunan Islam dalam berkeluarga. Maka keluarga PKS adalah keluarga cinta, baik antara suami istri maupun anak-anak buah hati mereka. Mungkin karena menyaksikan fenomena itu, banyak orang di luar PKS yang ingin memperoleh suami atau istri kader PKS. PKS dengan demikian dikenal sebagai Partai Keluarga Sakinah.

Partai Kader Sejati
Di saat banyak partai kesulitan menggerakkan massa tanpa uang, atau menghadirkan peserta kampanye, PKS bahkan bisa menggerakkan kader-kadernya sepanjang tahun, dekat atau jauh pemilu. Kader-kadernya juga terbiasa berkorban dan aktif dalam kegiatan sosial seperti baksos atau penanggulangan bencana. Mencari pengurus atau caleg, PKS juga tidak kesulitan karena sistem kaderisasinya jalan. PKS menjadi harapan karena ia adalah Partai Kader Sejati.

Partai Kaya Solusi
Untuk penanggulangan bencana, PKS membentuk P2B. Untuk mengatasi masalah kaum ibu dan perempuan, PKS mendirikan PWK. Untuk masalah keluarga dan rumah tangga, PKS memiliki RKI. Untuk memudahkan anak-anak belajar dan bertumbuh kembang sesuai tahapannya, PKS menyediakan Rumah Pelangi. Untuk menyerap aspirasi masyarakat PKS memiliki Rumah Aspirasi. Dan seterusnya. Pun dengan masalah bangsa dan negara. Ketika pemerintah didera kesulitan lantaran BBM, PKS pun mengusulkan solusi. Masyarakat mengharapkan partai yang mampu memberikan solusi, bukan hanya partai yang hanya mampu mengeluhkan masalah. PKS harus menjadi Partai Kaya Solusi.

Penegak Keadilan Sosial
Persoalan hukum masih menjadi hal yang sangat diimpikan oleh mayoritas penduduk negeri ini. Bayangkan, maling ayam atau pencuri sandal yang nilainya hanya puluhan ribu bisa mendekam lama di penjara bahkan diadili massa, sementara koruptor yang nilainya puluhan milyar bahkan tiliun, tampak nyaman-nyaman saja. PKS yang dari awal diketahui kritis diharapkan menjadi Penegak Keadilan Sosial.

Partai Konsisten Sekali
Spanduk ada di mana-mana. “Bersama rakyat PKS konsiten menolak BBM naik.” Masyarakat mulai tahu dan menaruh harapan pada partai yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan berjuang hanya demi kekuasaan dan keuntungan pribadi. PKS harus terus bertahan menjadi Partai Konsisten Sekali.

Partai Kalem dan Santun
Ini yang disukai dan menjadi diferensiasi dari partai-partai lainnya. PKS, tercermin dari kader dan tokoh-tokohnya, harus menjaga sikap kalem dan santunnya. Tidak arogan, tidak sok berkuasa. Tulisan Dahlan Iskan “Massa Santun di Dunia yang Begertah” pada 2003 lalu, perlu dihayati dan dipertahankan nilai-nilai positifnya.

Pilihan Kyai dan Santri
Karena PKS adalah partai Islam dan kader-kadernya yang tertarbiyah menunjukkan akhlak Islamiyah, maka PKS juga membawa harapan para Kyai dan Santri. Jika PKS mampu menjaga harapan itu, apalagi mendekati dan mengajak para Kyai di barisan terdepan pemilih PKS, insya Allah kemenangan akan didapatkan hingga pelosok-pelosok desa dan pesantren-pesantren.

Pilihan Kita Semua
Kebaikan yang terus dihimpun dan kemaslahatan yang terus ditebarkan kepada masyarakat pada akhirnya membuat semakin banyak orang percaya bahwa PKS adalah Pilihan Kita Semua.

Selamat Milad ke-14, semoga PKS terus berjuang menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan, menjadi partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin bangsa. [Jundijustice]

Written By Admin BeDa on Sabtu, 21 April 2012 | 09:00
Sumber http://www.bersamadakwah.com/2012/04/14-harapan-di-balik-nama-pks.html

Jumat, 01 Juni 2012

Visi Misi Hidayat+Didik

 

 

 

 

 

Visi

Menuju Jakarta yang SEJAHTERA, MODERN, dan BERBUDAYA.

Misi

  • Menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan 12 tahun dan peningkatan kualitas pendidikan
  • Meningkatkan akses pelayanan kesehatan khususnya bagi warga miskin dan tidak mampu
  • Menyediakan kebutuhan dasar pemukiman dan air bersih dengan akses yang lebih mudah
  • Mewujudkan jaminan sosial bagi penduduk khusus (manula, ibu hamil, balita dan penyandangan cacat)
  • Mendorong pengembangan industri kreatif dan pariwisata untuk menciptakan lapangan kerja
  • Mengembangkan UKM, industri rumahan dan sektor informal
  • Mendorong partisipasi publik dalam kebijakan dan penurunan kriminalitas
  • Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Utama di Asia
  • Menyediakan transportasi publik yang modern, terjangkau dan manusiawi
  • Membangun sistem pencegahan banjir melalui peningkatan daya resap air tanah dan infrastruktur pengendali banjir
  • Mengembangkan infrastruktur kota modern (teknologi informasi dan kesediaan energi)
  • Menciptakan birokrasi yang bersih dan responsif dalam melayani publik
  • Mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan perizinan usaha yang mudah
  • Mengembangkan industri jasa keuangan, teknologi informasi dan cyber city
  • Mewujudkan kemananan dan kepastian hukum yang sama bagi semua warga
  • Meningkatkan ruang terbuka hijau dalam rangka mewujudkan "Jakarta Green City"
  • Mewujudkan keseimbangan lingkungan hidup dan daya dukung kota
  • Mewujudkan tata ruang integral dan taman interaktif bagi warga
  • Melestarikan nilai budaya lokal dan mengembangkan Jakarta sebagai kota ragam budaya
  • Menciptakan keharmonisan warga yang dibingkai dengan kerukunan antar umat beragama dan kearifan lokal

Wawancara Didik J. Rachbini: Jakarta Itu Tiga: Sejahtera, Modern, dan Berbudaya

Wawancara Didik J. Rachbini: Jakarta Itu Tiga: Sejahtera, Modern, dan Berbudaya

01 Juni 2012 - 12:00:00 WIB
Rubric :  EkonomiBisnis
Diposting oleh : Ihsan ()




Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI sudah di depan mata. Persaingan para kandidat calon pengisi kursi DKI-1 dan DKI-2 pun dipastikan akan sangat ketat dan sengit. Maklum saja, Jakarta adalah ibu kota negara. Di sinilah magnet 60% ekonomi nasional memikat warga dengan berbagai latar belakang agama, budaya, dan pendidikan, dari Sabang hingga Merauke. Sadar akan potensi keragaman itu, Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J. Rachbini (DJR) tampil ke depan membuka mimpi menjadi kenyataan agar Jakarta sejahtera, modern, dan berbudaya.

Bagaimana pasangan yang diusung oleh PKS dan PAN ini menerjemahkan visi dan misi membawa Jakarta ke depan? Didik J. Rachbini, sang calon wakil gubernur,  berbagi pandangan visi dan misi HNW-DJR dalam sebuah wawancara khusus dengan Fekum Ariesbowo W. dari Warta Ekonomi di ruang kerjanya sebagai pengajar Pascasarjana Universitas Mercu Buana, Menteng Raya, Jakarta, Senin (21/5) lalu. Berikut nukilannya.

Apa solusi Anda untuk mengatasi kemacetan?
    Solusinya adalah, tidak bisa tidak, melalui transportasi masal. Ada tiga pilar dalam hal ini. Pertama, dengan maksimalisasi armada busway sebanyak mungkin sehingga orang tidak lagi menunggu sampai satu jam. Lalu, siapa yang memasok armada? Itu bisa pemerintah, bisa swasta. Mereka dipersaingkan,  mana yang lebih efisien. Mereka yang lebih efisien, maka dapat memasok armada yang lebih banyak.
    Kedua, monorel. Itu harus berjalan karena akan menambah kapasitas. Pilar terakhir adalah mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan jalur utara-selatan dan timur-barat. Sudah ada ahli transportasi yang membantu kami. Soal pendanaan monorel dari swasta, MRT juga bisa swasta. Skema kerjasama dengan skema public-private partnership (PPP dan sudah banyak yang meminta.

Soal banjir Ibu Kota, bagaimana pola penanganannya?
    Untuk menanggulangi banjir, ada tiga strategi besar. Strategi pertama, kanal sudah ada yaitu Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur. Satu hal yang perlu diurai adalah membuat kanal-kanal sekunder di bagian kanan-kiri kanal banjir yang ada. Atau dengan kata lain, memaksimalkan kanal dan distribusinya. Saat ini banyak wilayah yang hanya mengalami genangan saja. Ketika genangan itu masuk kanal, sudah beres.
    Kedua, dengan normalisasi sungai di Jakarta yang saat ini ada 13. Sungai harus diperlebar. Lalu yang tinggal di pinggir sungai itu secara bertahap masuk bersamaan dengan konsolidasi lahan untuk permukiman, dari permukiman kumuh menjadi permukiman bersih. Jadi, mereka tidak digusur dan sungainya tetap bersih. Tidak apa-apa, sungainya menjadi lebar lalu kanan kirinya dibangun ke atas sehingga mereka tidak perlu kehilangan tanah. Ini harus dimaksimalisasikan dengan Depok, Bogor, dan Cianjur.
    Strategi ketiga adalah membuat reservoir-reservoir di bawah tanah. Ada yang kecil dalam bentuk biopori menjadi massal. Ada juga reservoir besar di bawah tanah. Jl. Sudirman, misalnya, nanti bisa jadi kawasan khusus diwajibkan pemerintah untuk membuat reservoir. Tidak tertutup kemungkinan di wilayah-wilayah lain.

Apa yang akan dilakukan berkaitan dengan mempermudah perizinan investasi?
    Birokrasi kita runyam dan DKI harus memperbaiki birokrasinya. Birokrasi DKI harus memiliki standar. Apabila perizinan tidak selesai dalam waktu satu minggu atau 15 hari, maka pelaku usaha sudah termasuk diizinkan dan sudah valid. Semua harus dibatasi seperti itu dengan menggunakan standar internasional karena ini Jakarta.
    Kalau bisa tiga hari, mengapa harus dua bulan? Kalau itu tidak bisa langsung, maka kami harus turun melihat. Saat ini investor di sini masih bisa hidup dengan suasana yang ruwet dan pertumbuhannya masih 6,5%. Itu artinya apa? Kalau tidak ruwet, mereka bisa tumbuh lebih cepat lagi.
Sektor apa yang akan didorong untuk sumber pendapatan daerah jika terpilih nanti?
    Kami akan menjadikan pariwisata sebagai program kami. Mengapa? Karena Jakarta ini ibu kota yang memiliki pacuan kuda, warisan gedung lama, museum, kesenian, budaya, dan punya macam-macam. Jakarta juga punya wisata belanja. Semua itu harus dimaksimalkan sekaligus digabungkan dengan potensi wisata yang lain seperti Puncak, Bandung. Jika semua itu maju, transaksinya banyak, maka pajak yang diperoleh juga akan banyak.

Namun, bagaimana Anda mengatasi masalah pengadaan dan sengketa lahan?
    Ya memang tanah di Jakarta terbatas, dan itu juga harus hati-hati. Namun,  bagaimanapun juga, kami akan semaksimal mungkin memanfaatkan lebih banyak lagi ruang-ruang yang penting bagi publik agar Jakarta layak sebagai kota. Contohnya, ada ruang terbuka hijau.
    Lalu kami juga sudah mulai memikirkan bagaimana banyak kantor-kantor pemerintah dipindahkan. Ini harus bicara dengan pemerintah pusat, sehingga beban Jakarta lebih ringan. Kalau ratusan ribu PNS dan keluarganya pindah, maka beban Jakarta akan menjadi lebih ringan. Namun, oleh karena itu pula DKI harus berbicara dengan pemerintah pusat karena merekalah yang memutuskan. Apabila ada sengketa lahan, kita kembalikan saja ke hukum.

Adakah strategi khusus yang disiapkan untuk membawa Jakarta dengan identitas yang khas melalui pendekatan brand kota?
    Jakarta sudah punya brand yaitu Monas, kalau perlu ditambah Keong Mas. Jakarta itu kota jasa dan akan kami perkuat sebagai kota jasa. Jakarta itu pusat keuangan Indonesia dan nanti akan menjadi pusat keuangan regional. Jakarta juga pusat perdagangan ekspor impor, jasa pariwisata, dan ekonomi kreatif. Namun, yang masih menyedihkan, jasa sektor informal yang masih banyak. Jasa itu banyak, jadi tidak bisa dibatasi. Semua itu tumbuh sendiri, tidak perlu dibatasi.

Bagaimana dengan pemberdayaan UKM?
    UKM itu masalahnya kekurangan tempat. Oleh karena itu, tempatnya harus diberikan. Banyak cara memberikan. Pertama, ada 150 pasar tradisional, itu bisa diberikan karena banyak yang kosong. Nanti diatur bagaimana caranya. Kedua, dengan membangun miniatur-miniatur pasar kecil. Dengan tanah 500 meter persegi,  kita bisa bangun empat lantai untuk mengangkut pedagang kecil-kecil.
    Ketiga, pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) ada beberapa tempat lapang bisa menjadi pasar. Lalu di mal boleh jadi pasar dengan minta kerjasama dari subuh sampai pukul 10 pagi boleh gratis untuk UKM. Kalau perlu, bekerja sama dengan mal bahwa 10%–20% areanya digunakan untuk CSR UKM.
    UKM harus mendapatkan tempat sebaik-baiknya selain kredit. UKM itu masalahnya tiga, setelah saya meriset belasan tahun, yaitu modal, keterampilan, dan tempat usaha (pasar). UKM harus terintegrasi dengan tata ruang kota dan diberi tempat yang layak agar mereka bisa berdagang dengan bagus, tidak di jalan.

Perlukah pembangunan kawasan ekonomi baru dan revitalisasi kawasan khusus yang sudah ada, seperti Pulogadung, misalnya?
    Tidak perlu. Urusan industri tidak di Jakarta.

Dalam 100 hari pertama, jika terpilih sebagai pemuncak DKI nanti, terobosan apa yang akan dilakukan berkaitan dengan good corporate governance?
    Untuk birokrasi yang melayani investasi dan bisnis,  harus setara secara internasional dan cepat. Mulai dari situ dan fokus pada bisnis diutamakan sehingga bisnis menjadi lancar.

Jakarta akan Anda  bawa ke mana nantinya?
    Jakarta itu tiga: sejahtera, modern, dan berbudaya. ###

Foto: Sufri Yuliardi
Sumber: Warta Ekonomi No.11/2012

DPT Fiktif Belum Berubah

POLITIK - PILKADA
Jum'at, 01 Juni 2012 , 12:30:00

DINILAI belum ada perubahan berarti dalam perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT), partai politik protes. Pasalnya, hingga Kamis (31/5) mereka menganggap penyisiran data pemilih yang dilakukan KPU Provinsi DKI Jakarta, dianggap belum ada kemajuan berarti. Masih ditemui NIK ganda serta pemilih yang terdaftar lebih dari satu kali. Tim pasangan calon juga mencecar Kadis Dukcapil DKI Purba Hutapea, terkait adanyak NIK ganda.

 “Tidak ada perubahan dari yang kami debatkan minggu lalu. Baik itu NIK ganda dan lain-lain. Kami sudah pelajari soft copy yang diberikan KPU,” ujar juru bicara tim Jokowi-Ahok, M Taufik, saat rapat penyampaian pandangan DPT di kantor KPU DKI, Kamis (31/5) kemarin.

Pria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu juga mempertanyakan sikap KPU DKI jika mendapati NIK ganda dipakai sama. “Kalau dua-duanya bilang ada, apa sikap KPU. Saya kira banyak yang seperti itu,” terang Taufik.

Dia menambahkan NIK ganda ditemukan ribuan. Kalau KPU Provinsi DKI asal coret dia bisa di laporin. “Dukcapil harus ikut bertanggungjawab terkai NIK ganda,” beber Taufik.

Sementara itu, Purba Hutapea, Kadis Dukcapil DKI Jakarta mengatakan, tidak ada NIK yang berulang. Kalau ada di lapangan ditemukan, bisa salah input atau pemalsuan.”Jika  ada dua, satu pasti palsu. Jadi di DP4 tidak ada NIK yang berulang. Ibu Dahliah (Ketua KPU DKI), kalau diperlukan staf kami, bisa kami kirim untuk membantu terkait hal itu,” pungkas Purba.

Sementara itu, tim advokasi pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik, Agus Otto mengatakan, pihaknya mempersalahkan format pengisian dan penghitungan yang tidak sesuai. “Format pengisian data pemilih di PPK Jakarta Barat kok berrbeda dari aturan. Kemudian, masalah penambahan data pemilih jumlah totalnya juga salah,” beber Agus. “Menurut kami itu menunjukkan upaya sistematis, sebab KPU itu kan sudah menyosilisasikan penggunaan form dan penetapan DPT di kotamadya,” ujarnya.

Agus menambahkan, jika data dari bawah bermasalah, ke atas juga demikian. Pihaknya mempertanyakan, bagaimana mekanisme seperti itu bisa sampai terjadi. “Kami masih punya banyak data di Kotamadya Jakarta Barat, ini kami beruntung mendapatkan data ini, masalahnya bagaimana,” ujarnya. “Hasil pleno disahkan dulu, seperti di Cengkareng,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, pihaknya menghargai masukan parpol dan tim pasangan calon. Semua temuan kata dia, ditelusuri. “Terus kami lakukan itu,” bebernya.

Adapun anggota KPU Provinsi DKI Jakarta yang membidangi data pemilih, Aminullah mengatakan, pihaknya menelusuri secara langsung indikasi NIK ganda dan pemilih terdaftar dua kali. “Kami punya tiga saringan untuk menekan hal itu. Pertama nama, kemudian NIK dan ketiga nama dan NIK,” beber Aminullah.

Sementara itu, Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, pihaknya sudah jauh hari mengingatkan adanya NIK ganda. “Bulan Januari kami sudah sampaikan itu,” pungkasnya. (dai)
 
Sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/06/01/129181/DPT-Fiktif-Belum-Berubah-

Muzammil Yusuf : Lembaga Survei Jangan Coreng Keilmuan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCwbk3APEXIat-pN_65ihnQ-4EifNbzyMP4xt3NZJPY2iM2Rqof01IWMGAU9F8xEjcvigarcnV1yvERnlMGAlYizwnFyElOSZGYPiVIInQDeQfbmjalyhnbaov7OQP8dczi-c42GMMgcQ/s320/muzammil.jpg
Islamedia - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Almuzzammil Yusuf menilai hasil survei Pilkada DKI yang baru-baru ini dipublikasikan oleh lima lembaga survei memiliki perbedaan yang signifikan. Muzzammil menyayangkan banyaknya lembaga survei yang telah menggiring opini publik untuk mendukung kandidat tertentu dibandingkan memotret realitas sosial yang sebenarnya.

Menurutnya hal ini bisa disebabkan tiga hal. Pertama, karena ada lembaga survei yang tidak paham terhadap metodologi riset. Kedua,  lembaga survei tersebut dibayar oleh salah satu kandidat. Ketiga adalah kedua-duanya, lembaga survei yang tidak paham dan dibayar oleh kandidat tertentu.

“Tapi, saya yakin dari lembaga survei tersebut ada yang benar-benar memotret realitas pilihan warga DKI karena didasari oleh keilmuan dan metodologi yang benar.” Ujar Muzzammil di DPR RI, 31 Mei 2012.

Menurut Muzzammil, untuk menilai lembaga survei yang kredibel dan tidak, bisa dilihat dari hasil Pilkada DKI nanti. Survei yang kredibel hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perolehan suara Pilkada.

“Jika ada lembaga survei yang hasilnya berbeda jauh dengan hasil perolehan suara Pilkada sebaiknya lembaga survei tersebut tidak usah digunakan lagi. Lembaga survei ini telah bergeser perannya dari produk ilmiah menjadi produk politik partisan”. Papar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Untuk itu, Muzzammil berharap media massa dapat mempublikasikan kepada publik mana saja lembaga survei yang komitmen menjaga marwah keilmuan riset dan mana saja lembaga survei yang telah mencoreng keilmuan riset.

“Jadi media massa perlu terlibat dalam mengontrol dan mengkritisi hasil survei dengan cara mempublikasikan kepada masyarakat mana saja lembaga survei yang kredibel dan yang tidak kredibel setelah melihat perolehan suara Pilkada DKI nanti”. Kata politisi dari Dapil I Lampung ini.

Pergeseran peran lembaga survei ini, kata Muzzammil,  terjadi juga di negara lain. Akhir-akhir ini yang mengejutkan adalah hasil Pilpres di Mesir. Hasil perolehan suara Pilpres Mesir berbeda jauh dengan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei di Mesir dan Internasional.

Menurut Muzzammil, hasil survei Pilpres Mesir yang telah dipublikasikan oleh beberapa lembaga survei menunjukan bahwa perolehan suara terbanyak sebesar 30% diperoleh Amr Mousa, sedangkan Mohammad Morsi pada posisi kelima dengan perolehan suara 5%.

“Namun Senin 28 Mei 2012 kemarin, KPU Mesir secara resmi mengumumkan hasil putaran pertama Pilpres yang digelar tanggal 23-24 Mei lalu telah membalikan posisi keduanya. Mohammad Morsi pada posisi pertama dan masuk pada Pilpres putaran kedua sedangkan Amr Mousa pada posisi kelima.” Paparnya.

Dari sini, Muzzammil berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi hasil survei dari lembaga survei yang tidak kredibel. Masyarakat harus cerdas memilih pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki kapasitas, sholeh, dan teruji amanah. 

Tim Hidyat Temukan Ratusan Ribu Pemilih Bermasalah



Islamedia - Tim sukses (timses) pasangan calon nomor 4, Hidayat-Didik mengeklaim menemukan ratusan ribu Daftar Pemilih bermasalah dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) terbaru KPUD per 30 Mei. Ketua Tim sukses (timses) pasangan nomor 4, Hidayat-Didik, Triwisaksana, mengatakan, ada penambahan ratusan pemilih siluman yang patut diwaspadai. 

Triwisaksana atau akrab dipanggil Bang Sani menilai setidaknya ada lima model penambahan pemilih yang ditelusuri oleh tim pasangan nomor 4. Pertama adalah penambahan 94.677 pemilih yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Penambahan ini adalah hasil dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) setelah penyisiran akhir per 30 Mei oleh KPUD DKI Jakarta.

Bang Sani menjelaskan, data DPS per 20 Mei tim Hidayat-Didik menemukan NIK ganda 131.477 pemilih. "Namun data DPS setelah disisir kembali oleh KPUD, kami menemukan berkurang 36.800 pemilih. Jadi bisa disimpulkan KPUD tidak menghapus semua NIK ganda," terang Bang Sani dalam rilisnya, Kamis (31/5).

Kedua, Bang Sani mengungkapkan temuan tim Hidayat-Didik adanya penambahan 2.901 pemilih pemula dengan  NIK kosong. Dari data sebelumnya yang 4.152 pemilih DPS per 20 Mei, menjadi 7.052 pada DPS baru per 30 Mei hasil penyisiran terakhir sebelum penetapan.

Ketiga, tim mendapati adanya penambahan NIK tidak berstandar Jakarta. Pada DPS per 20 Mei jumlah NIK yang tidak berstandar Jakarta 80.297 pemilih, namun pada DPS terbaru per 30 Mei didapati 82.571 pemilih dengan NIK tidak standar Jakarta.

Keempat, ditemukan pula modus penambahan dengan menggunakan NIK bodong alias palsu. Menurut Bang Sani, seharusnya NIK 16 digit, tetapi ditemukan 17.073 NIK yang tidak sesuai dengan 16 digit. Kelima, didapati 427.109 NIK dari Kartu Keluarga (KK) yang kosong atau bukan KK dari Jakarta. Untuk itu, dia meminta KPUD meneliti kembali sebelum DPS ini ditetapkan pada Sabtu (2/6).

Di tempat terpisah, sebelumnya KPUD menilai berbagai temuan yang ada itu ada baiknya diserahkan kepada KPUD untuk diteliti kembali. "Kami menerima masukan, apabila ada temuan segera serahkan ke KPUD sebelum penetapan," ujar Anggota KPUD Pokja Pendataan Pemilih, Aminullah.
Sumber : Republika

Kamis, 31 Mei 2012

"SURAT EDARAN Nomor : 28/D/EDR/KDR-PKS/1433 SYIAR RAJAB 1433 H

SURAT EDARAN
Nomor : 28/D/EDR/KDR-PKS/1433
SYIAR RAJAB 1433 H

Memasuki bulan Rajab sebagai satu dari asyhurul hurum (empat bulan yang dimuliakan) sekaligus menyambut bulan Ramadhan 1433 H sebagai bulan ibadah dan dakwah, Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah –subhanahu wataala- dengan lebih komitmen melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah difardhukan, dan menambahnya dengan amalan-amalan sunnah yang telah diajarkan, sehingga mejadi gerakan dakwah yang layak mendapatkan pertolongan Allah –subhanahu wataala.
Agenda tarbiyah dan dakwah yang menjadi perhatian pada bulan ini adalah:
1. Meningkatkan pelaksanaan wajibat yaumiyah (kewajiban harian) kader yang mencakup shalat berjamaah di masjid, shalat sunnah rawatib, qiyamullail, witir, dhuha, tilawah, wirid pagi-sore,
2. Memperbanyak puasa pada bulan Rajab ini setidaknya puasa ayyamul bidh pada hari: ahad-senin-selasa (3,4,5 Juni 2012) dan menjadikannya sebagai pekan usbu’ ruhiy
3. Menjadikan satu di antara tiga hari ayyamul bidh ini untuk mabit bulan ini, dengan tema terlampir
4. Mengkaji bab Puasa (Shiyam) dari kitab Fiqh Sunnah Sayyid Sabiq
5. Memperbanyak doa “Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighna Ramadhana.”     
اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان

6. Meningkatkan hubungan baik dengan kedua orang tua, keluarga (suami-istri-anak), kerabat, dan tetangga
7. Meningkatkan peran sebagai murabbi; tilawah-tazkiyah-ta’lim,
Demikian syiar ini kami sampaikan agar menjadi perhatian seluruh kader dan simpatisan, mohon struktur kaderisasi di semua level, para nuqaba, dan murabbi turut mendukung serta memutaba’ah kegiatan ini. Semoga Allah -subhanahu wata’ala- memudahkan kerja kita semua, jazakumullah khairan.

Jakarta, 16 Mei 2012 M / 24 Jumadits Tsaniyah 1433 H
DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
BIDANG KADERISASI
Musyaffa Ahmad Rahim, Lc., M.A.
Ketua Bidang

OPTIMALISASI TARBAWI UNTUK PEMENANGAN PEMILUKADA DKI JAKARTA

Inilah Surat Instruksi mengenai Pemenangan Pemilukada 2012 
SURAT INSTRUKSI No : 04/INS/DPP-PKS/IX/1433
Sarana tarbiyah adalah bagian tidak terpisahkan dari proses pemenangan Pemilukada DKI Jakarta. Terkait dengan hal tersebut maka Presiden Partai Keadilan Sejahtera: 
MENGINSTRUKSIKAN
  1. Seluruh anggota partai dari anggota pemula hingga anggota ahli diharuskan terlibat aktif dalam pemenangan Pemilukada DKI Jakarta.
  2. Disebabkan mesin pemenangan Pemilukada DKI Jakarta berbasis kelurahan, maka seluruh keterlibatan anggota partai dalam pemenangan Pemilukada DKI Jakarta dikelola oleh DPRa.
  3. Selama proses pemenangan Pemilukada DKI Jakarta seluruh liqoat tarbawiyah dilakukan dalam bentuk Liqo Tarbawi Pemenangan Pemilukada (LTPP) di DPRa.
  4. Seluruh anggota partai wajib hadir dalam Liqo Tarbawi Pemenangan Pemilukada (LTPP) di DPRa-nya masing-masing.
  5. Selama proses pemenangan Pemilukada DKI Jakarta, para ketua UPK berkewajiban untuk:
    • Menjadikan diri sebagai qudwah (contoh teladan) dalam kerja-kerja Pemenangan Dakwah.
    • Meningkatkan intensitas kehadiran anggotanya dalam pelaksanaan program LTPP.
    • Memutaba’ah kewajiban-kewajiban setiap anggotanya dalam hal:
  1. Kehadiran dalam program LTPP di DPRa
  2. Keterlibatan dalam aksi pemenangan yang dikelola oleh DPRa
  3. Keterlibatan anggotanya dalam silaturrahim atau ketok pintu 1 juta rumah
    • Memelihara dan mengokohkan rukun UPK antar anggotanya.
    • Menguatkan motivasi setiap anggotanya agar dapat mensukseskan program-program pemenangan dakwah.
 
Demikian instruksi ini disampaikan untuk dilaksanakan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.
 
Jakarta, 10 Jumadil Akhir 1433 H / 2 Mei 2012 M
LUTHFI HASAN ISHAAQ
Presiden

Senin, 28 Mei 2012

HNW: Saya Bukanlah Kader Terbaik, Antum yang Berjuanglah yang Terbaik

dakwatuna.com - “Yas, besok kita liputan Hidayat Nur Wahid!”
Mbak Ningsih mengirimkan satu pesan di BBM. Tanpa perlu waktu lama aku segera mengiyakannya. Sudah cukup lama berselang aku tidak ikut liputan.
Dan sekarang, Ustadz Hidayat Nur Wahid. Sosok yang aku mengenalnya sejak dulu. Sosok yang tanpa pernah terduga akhirnya terpilih menggantikan Bang Sani sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
“Pada hari itu DPP memanggil saya. Sesampainya di sana, Ustadz Luthfi menyerahi saya map berisi mandat kepada saya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.”
Suara Pak Hidayat malam itu di tengah komunitas para seniman sungguh membuat bulu kudukku berdiri. Ustadz bersahaja itu. Ustadz yang sudah kuakrapi sosoknya sejak dahulu. Ustadz yang masih sederhana. Masya Allah… tergidik aku berdiri sendiri sambil memutar memori berpuluh-puluh minggu yang lalu.
***
Hujan sudah sepenuhnya turun. Halilintar saling menyambar. Hadirin yang datang hari itu masih dilingkupi suasana yang menyesakkan dada. Suara sesegukan menahan air mata terdengar di setiap sudut. Mata-mata itu membekas merah.
Ustadz Hidayat Nur Wahid lalu berdiri entah di mana. Aku tidak dapat melihatnya. Sesaknya manusia yang hadir menempatkan aku di lantai dua gedung sekolah itu. Tapi suara beliau masih terdengar jelas dalam riuhnya hujan. Berat dia berkata.
“Hari ini kita kehilangan sosok yang begitu kita cintai,” ujarnya kemudian tertahan menahan gelegak tangis yang menghujung.
Peristiwa itu. Wafatnya Ustadz Rahmat Abdullah yang menyesakkan dada. Menjelang pengantaran jasad beliau, Ustadz Hidayat selaku sahabat almarhum diberikan kesempatan memberikan sambutan. Berat rasanya mengingat memori-memori itu. Tapi bermula dari sanalah maka aku mulai kagum dengan Ustadz Hidayat. Memang waktu itu kekagumanku padanya belum sebegitu besar sebagaimana aku kagum pada Ustadz Ahmad Heryawan dan Ustadz Rahmat Abdullah. Tapi pengantar beliau itulah yang akhirnya membuat aku semakin kagum padanya.
Lalu Idul fitri menjelang. Aku masih tingkat satu di kampusku. Ustadz Hidayat akan menjadi khatib di Apartemen Rasuna tak jauh dari rumahku. Waktu itu Masjid Al-Bakrie belum lagi berdiri. Dan Ustadz Hidayat datang dengan setelan jas berwarna putih. Usai shalat Id, aku menyalami beliau. Dan penuh kehangatan dia merangkul aku dalam pelukan ukhuwahnya. Aku dan kawanku sempat meminta berfoto bersamanya dan dengan ramah beliau melayaninya dengan penuh senyum. Moment itulah yang selanjutnya semakin menambah kekagumanku padanya.
Setelah itu beliau terpilih menjadi Presiden PKS menggantikan Ustadz Nur Mahmudi. Kiprah beliau menahkodai partai ini sungguh luar biasa. Aku semakin cinta dengan partaiku dan kagum dengan beliau. Namun satu yang kurang kusukai dari beliau, pada saat pidato yang terkesan kaku dan datar. Hal ini sempat menjadi bahan pembicaraan hangat di lingkungan mingguan aku. Guru mingguanku pernah berpendapat agar beliau menyewa jara PR untuk melatih cara bicaranya.
Dan tahun 2004, Ustadz Hidayat terpilih menjadi ketua MPR dengan perjuangan yang penuh drama. Aku ingat saat-saat itu ketika tersungkur untuk bersujud syukur dan tersenyum lebar saat wakil beliau, seorang pengusaha wanita, ribut minta dicarikan kerudung untuk menutup kepalanya. Lalu kubaca tulisan Ustadz Nabiel Musawwa tentang beliau yang menimbulkan rintik-rintik di mataku. Kesederhanaan yang terperangkap dalam sosok penuh sahaja itu.
Waktu yang terus mengalir tak membuatku berhenti mengikuti berita tentangnya. Teringat lagi saat kru televisi swasta yang membatalkan syuting di rumah beliau hanya karena rumahnya yang sempit dan tidak muat dengan kamera-kamera besar kru itu. Kepergian istri beliau karena sakit sampai akhirnya beliau dijodohkan dengan Ibu Diana yang akhirnya menjadi istri beliau sekarang. Aktivitas beliau juga sungguh luar biasa. Beliau tak segan menggotong-gotong mayat korban tsunami di Aceh. Pernah aku juga melihat beliau membersihkan lumpur banjir di suatu daerah Jakarta.
Banyak perubahan yang terjadi. Gaya bicara dan retorika beliau yang sudah tidak lagi membosankan. Beberapa humor terkadang menyelip dalam pembicaraan beliau. Namun kesederhanaan itu masih saja melekat di dirinya. Membuat aku menatap haru akan seorang pejabat negara yang begitu sederhana dan bersahaja. Ketika banyak teman yang kecewa pada para qiyadah kami, sungguh rasanya malu bila melihat kesederhanaan yang beliau tunjukkan. Dan kekaguman itu semakin membesar saja padanya.
***
Liputan pertamaku setelah Ustadz Hidayat resmi menjadi calon gubernur Jakarta adalah saat diajak Bang Irfan ke Kali Krukut.
Dia yang datang paling pertama. Dengan hanya menggunakan pakaian yang sederhana, Ustadz Hidayat melayani permintaan wawancara para wartawan dengan ramah. Tak lama dia menyantap sate ayam dan mempersilakan para wartawan serta para warga untuk mengambil makanan yang telah dibeli olehnya. Bukan hanya gerobak sate tapi ada juga gerobak gorengan, gerobak bubur, gerobak siomay, dan lainnya yang dia datangkan khusus untuk warga Kali Krukut. Dan aku juga menyaksikan bagaimana dia turun ke tepian kali lalu berbincang-bincang dengan seorang bapak yang ada di situ. Tak lupa ia juga memberikan bingkisan untuk bapak itu.
Kali lain aku mengikuti Ustadz Hidayat keliling Jakarta seharian. Dia ditemani sang istri, Dokter Diana Abbas Thalib. Dia menyapa para warga di dengan penuh keramahan. Mengajak seorang Ibu tua berfoto bersamanya, menggendong seorang anak kecil layaknya anak sendiri, mengajak seorang pemilik warung bercakap-cakap sambil mendengar keluhan pemilik warung itu. Dan ketika seorang ibu-ibu tua menarik beliau untuk menyinggahi rumah seorang mantan bu lurah yang memelihara anak-anak yatim, beliau dan istri mendengarkan dengan seksama. Kemudian tanpa disangka beliau berkata, “Ibu, kami mohon maaf hanya bisa menyumbang 10 juta saja,”
Subhanallah…mata ibu itu pun berkaca-kaca dan mengucapkan syukur berkali-kali.
Lalu beliau menuju Utara Jakarta. Membeberkan program untuk para manula, menjadi imam shalat Zhuhur di sebuah masjid di mana dulu Ustadz Ahmad Heryawan pernah menjadi khatib di sana tak lama kemudian berhasil menjadi gubernur Jawa Barat. Makan bersama para manula tanpa ada keistimewaan khusus. Ke Barat Jakarta menjajal bajaj berdua sang istri dan saat Didik J. Rachbini datang bergabung dengan beliau, Ustadz Hidayat langsung memeluknya erat. Lalu bagaimana dia membesarkan hati ibu-ibu dengan program kesehatannya. Hingga ketika seorang ibu meragui apa yang dijanjikannya, sang istri memberikan opininya,
“Bapak orang yang sukar sekali untuk berjanji bila tak mungkin bisa ditepati. Jadi saya bisa memastikan apa yang diucapkannya hari ini bukanlah janji yang tidak akan dia tepati.”
Ya Allah… aku menyaksikan segala aktivitasnya yang tanpa sedikit pun beliau memerlukan penjaga-penjaga berbadan kekar. Ustadz Hidayat begitu membaur dengan masyarakat.
Dan kesederhanaan itu…. masih melekat utuh di tubuhnya. Menampilkan diri apa adanya dan penuh sahaja. Menyapa ramah setiap manusia dan mengakrabi mereka tanpa kenal lelah. Ya Allah ustadz…. tidak ada yang berubah dari kesederhanaan itu.
Hingga terakhir aku menemuinya, siang di sebuah gelanggang olahraga, dia menolak dengan halus sebutan sang pembawa acara yang mengadakan bahwa dia adalah KADER TERBAIK.
“Bukan, saya bukanlah kader terbaik. Kader terbaik partai adalah Antum semua yang telah berjuang untuk partai ini. Saya hanya-lah bagian dari Antum semua,” ujarnya merendah.
Dadaku membuncah mendengar sanggahan logis itu. Terasa berdesakan air ingin keluar. Ya Allah….
Ustadz Hidayat masihlah seperti yang dulu. Ustadz yang masih sederhana. Cara bicaranya, penampilannya, segalanya… Allah, adakah peluang baginya untuk memimpin Kota Jakarta? Teringat aku akan ucapan seorang teman.
“Antum semua yang bekerja di bawah tapi yang di atas memperkaya diri sendiri!”
Masya Allah…apakah dia tidak pernah melihat kesederhanaan itu? Lalu aku terbayang wajah-wajah ustadzku. Ustadz Hidayat, Ustadz Khoirudin, Ustadz Abu Ridho, Ustadz Surahman…. rasanya tak mungkin jika mereka memperkaya diri sendiri…
Rabighfirly Fantal kariimuu! Wa’fu ya rabbii Fantar rahiimuu! Ustadzku masih seperti yang dulu. Ustadz yang masih sederhana.
—
Jakarta, 30 April 2012
22.22 pm with Raef
Beribu harapan yang membuncah untuk beresin Jakarta…
Insya Allah…

Pilkada yang Menggerakkan


Oleh Cahyadi Takariawan


“He tangi, tangi…. iku bosmu sido ndaftar Gubernur Jakarta !”

Suara melalui handphone itu demikian keras di telinga Yunus, seorang kader di Palu, Sulawesi Tengah. Jam 24.00 WITA, Yunus yang sudah tidur menjadi terbangun karena telpon genggamnya berdering. Rupanya saudaranya dari Banyuwangi menelpon dengan luapan kegembiraan, karena tengah menyaksikan berita di televisi proses pendaftaran Hidayat Nurwahid ke KPUD DKI Jakarta untuk calon Gubernur, berpasangan dengan Didik J. Rachbini.

“Alhamdulillah, sampeyan ngerti seko ngendi ?” tanya Yunus.

“Mulo ndang tangiyo, aku yo isih nonton tivi, lagi ono beritane bosmu iku…”, jawab saudaranya di Banyuwangi. Yang disebut dengan “bosmu” adalah Hidayat Nurwahid.

Keluarga Yunus yang berada di Banyuwangi merasa demikian bersyukur, karena tokoh yang sangat mereka kagumi, Hidayat Nurwahid, mendaftar menjadi calon Gubernur DKI. Sedemikian gembiranya, mereka tidak sabar berbagi, langsung menelpon Yunus yang telah istirahat di Palu. Yunus mereka kenal sebagai aktivis PKS, sementara keluarga yang di Banyuwangi merupakan warga masyarakat biasa, bukan kader.

Semua Bersyukur
Keluarga Yunus hanyalah salah satu kisah dari sangat banyak kisah serupa. Saya mendengar banyak kader di wilayah DKI melakukan sujud syukur setelah pasangan HNW – Didik resmi mendaftar di KPUD. Mereka sangat bersyukur karena tokoh yang kharismatik ini bisa maju sebagai calon Gubernur DKI. “Kami semua sangat terharu, dan bersyukur beliau berhasil menjadi calon Gubernur. Kami semua siap bekerja memenangkan beliau”, ungkap seorang kader senior di DKI.


Jika banyak kader di DKI melakukan sujud syukur, tentu wajar, karena perhelatannya memang terjadi di wilayah DKI. Namun ternyata yang merasakan kegembiraan bukan hanya kader DKI, bahkan kader di luar DKI yang tidak akan bisa ikut memilih saat Pilkada DKI. Juga bukan hanya kader, termasuk simpatisan dan masyarakat umum ikut merasakan kegembiraan. Contohnya adalah keluarga Yunus di Banyuwangi. Demikian jauh dari Jakarta, dan tidak akan bisa ikut memilih saat Pilkada DKI karena tidak tinggal di Jakarta, namun kegembiraannya demikian membuncah.

Yunus pun segera membangunkan isterinya, dan mereka berdua dengan antusias menyaksikan berita televisi tentang pendaftaran pasangan HNW – Didik di KPUD DKI. Mereka merasa sangat berbahagia, dan ikut merasakan semangat yang membara ingin terlibat memperjuangkan kemenangannya. Yunus tinggal di Sulawesi Tengah, namun ia tergerak untuk memberikan dukungan dalam bentuk apapun yang bisa dilakukannya.


“Saya akan mengontak teman dan kerabat saya yang tinggal di wilayah Jakarta, agar memilih pasangan HNW – Didik”, ungkap Yunus.

Demikian pula Zuhrif, kader yang tinggal di wilayah Kota Yogyakarta. “Saya sudah mengontak 22 keluarga saya yang tinggal di Jakarta, agar kelak memilih HNW – Didik dalam Pilkada”, katanya penuh semangat. Bahkan, ia menyempatkan diri hadir ke Jakarta agar bisa menyaksikan proses pendaftaran HNW – Didik ke KPUD DKI secara langsung. Jauh-jauh ia menempuh perjalanan agar tidak ketinggalan peristiwa yang monumental tersebut.

Falah, seorang kader dari Sleman DIY tidak mau ketinggalan. Dia mengirim pesan lewat grup BBM, “DPW PKS DIY harus segera membuat instruksi agar seluruh kader DIY mensukseskan Pilkada DKI, dengan jalan dukungan doa, tenaga, dan mengontak teman serta kerabat yang tinggal di wilayah Jakarta untuk memenangkan HNW”.

Luar biasa, bahkan SMS dari banyak kader di berbagai daerah, menunjukkan suasana semangat yang sangat membara. Berikut contoh kiriman SMS yang masuk ke handphone saya, dari berbagai daerah di Indonesia:

“Allahu Akbar ! Inilah saatnya memimpin Jakarta”.

“HNW memimpin Indonesia, melalui DKI Jakarta”.

“Allah beserta kita”.

“Kita bangkit bersama, menangkan HNW di DKI Jakarta”.

“Menuju RI – 1, melalui DKI – 1”.

Masih banyak contoh SMS lainnya yang sedemikian semangat menyambut pendaftaran HNW menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Semua bersyukur atas pencalonan HNW, dan ingin terlibat memenangkannya.


Pilkada yang Menggerakkan
Fenomena semangat yang menggelora sangat terasa. Semua kader ingin segera bekerja, seakan Pilkada tinggal besok pagi saja. Semua merasa tidak sabar untuk segera memenangkannya. Pilkada DKI telah menggerakkan semangat, motivasi, dan kebersamaan kader di seluruh Indonesia. Bukan hanya DKI Jakarta dan sekitarnya, namun merata sampai seluruh wilayah dan daerah.

Benar-benar Pilkada yang menggerakkan. Seakan ada sesuatu yang turun dari langit, dan menyentak perhatian kader. Kita harus segera bekerja, dan kita sudah siap untuk bergerak lebih keras dari sebelumnya. Seorang kader secara bergurau mengirim SMS kepada saya, “Berterimakasihlah kepada Foke, karena dia tidak jadi berpasangan dengan kita, sehingga kita justru bisa maju sendiri. Ini akan membuat kita solid.”


Fenomena tergerakkannya kader ini sedemikian merata. Bukan hanya di DKI Jakarta. Bahkan semua struktur wilayah menyatakan siap membuat Posko Pemenangan di Jakarta. Sebagaimana diketahui, Jakarta dihuni oleh masyarakat dari berbagai etnis dan susku bangsa. Maka semua wilayah menyatakan siap membuat Posko Pemenangan dalam rangka mengajak warga asal wilayah masing-masing untuk memilih HNW dalam Pilkada Jakarta.

Tidak perlu instruksi, tidak perlu taklimat. Semangat sudah merata. Seorang kader senior di Yogyakarta menangis, karena hanya bisa membaca berita melalui milis dan SMS tentang persiapan pemenangan Pilkada DKI Jakarta, dan ia merasa tidak bisa membantu apa-apa kecuali doa. Lihatlah, bahkan kader yang tidak tinggal di Jakarta saja merasa berdosa karena tidak bisa memberikan bantuan tenaga. Pilakada Jakarta benar-benar menggerakkan kader dan struktur semuanya.

Banyak kader yang tinggal di luar Jakarta bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan selain doa?” Masyaallah, pertanyaan yang menandakan kecintaan. Pertanyaan yang menunjukkan telah tergerakkan. “Kami tidak bisa hanya diam saja dan menonton berita. Kami harus ke sana”, ungkap seorang kader di kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan penuh semangat menggelora. “Kami akan menangis kalau hanya melihat berita”, katanya.

Subhanallah, walhamdulillah. Belum pernah saya menyaksikan Pilkada yang sangat heroik seperti di DKI Jakarta. Baru berita pendaftaran di KPUD saja, sudah menggerakkan semangat yang membara. Ikatan emosi yang demikian kuat tercurahkan, dan semua ingin bekerja memenangkan Pilkada Jakarta.

Seorang kader di wilayah Jawa Tengah dengan semangat menggelora mengatakan telah membuat tim kecil yang akan dikirim ke Jakarta, melakukan “operasi” ke masyarakat Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta. “Operasi ini kami biayai sendiri. Ini bentuk kontribusi kami bagi kemenangan dakwah di DKI”, kata kader tersebut. Sayapun dibuat menangis oleh pernyataan ini.


Subhanallah walhamdulillah. Tadi sore melihat gambar HNW sedang rapat menyusun langkah kemenangan bersama tim, melalui grup BBM. Sayapun kembali menitikkan air mata. Gambar-gambar semacam itu telah memberikan banyak cerita. Gambar dan berita Pilkada Jakarta telah menggerakkan hati kita, nurani kita, semangat kita, kecintaan kita, kebersamaan kita, kesungguhan kita, perjuangan kita.

Subhanallah walhamdulillah. Semoga Allah berikan kemenangan dan kebaikan dalam perjuangan dakwah di DKI Jakarta.**



*http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2268

___________
*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Minggu, 27 Mei 2012

Ustazah Majelis Taklim Jaksel Mendukung Hidayat+Didik


JAKARTA, KOMPAS.com — Sedikitnya 2.000 ustazah majelis taklim se-Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2012), bersilaturahim di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Acara yang diadakan Forum Silaturahim Majlis Taklim ini dihadiri sejumlah majelis taklim perempuan di Jakarta Selatan yang menyatakan dukungan terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.

"Semoga membeludaknya peserta hari ini adalah pertanda kemenangan untuk kita," ujar pembina Forum Silaturahim Majlis Taklim  (Forsitma), Rifqah Abriani, dalam sambutannya.

Rifqah mengungkapkan, peran ustazah sangat penting, terutama di Ibu Kota. Namun, ia menyayangkan keberadaan para ustazah yang tergabung dalam majelis taklim yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI. Padahal, menurut dia, majelis taklim adalah lembaga yang memiliki payung hukum, termasuk pendidikan nonformal.

Oleh karena itu, Rifqah mengajak para tokoh perempuan se-Jakarta Selatan untuk memilih calon gubernur yang peduli dan memiliki perhatian terhadap majelis taklim.

Hidayat Nur Wahid menyambut baik antusiasme para ustazah ini. Ia juga memberi semangat kepada tokoh perempuan untuk meraih kemenangan. "Jakarta ini asalnya adalah Jayakarta, yang berarti kemenangan, menang gemilang," ungkap Hidayat. 

 

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/18/16005567/Ustazah.Majelis.Taklim.Jaksel.Mendukung.HidayatDidik

Korps Mubaligh Jakarta Resmi Dukung Hidayat+Didik



Jakarta (22/5) – Para mubaligh dan mubalighah DKI Jakarta yang tergabung dalam Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini.

Deklarasi dukungan yang dihadiri semua pimpinan KMJ tersebut dilaksanakan di Markas Pemenangan Hidayat–Didik di jalan Buncit Raya 30, Jakarta Selatan, Selasa (22/5) siang.

“Sebelumnya belum pernah kami melakukan hal semacam ini. (Dukungan) ini pertama kalinya untuk KMJ,” terang Ketua KMJ, Muhammad Sobari, dalam sambutannya.

Hidayat sangat mengapresiasi dukungan dari KMJ dan berharap para mubaligh dan mubalighah Jakarta ikut andil dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini.

“Para mubaligh dan mubalighah harus mencerahkan ummat, yang mana yang harus dipilih haruslah yang paling paling baik, yang bisa memimpin,” ungkap calon gubernur nomor 4 ini.

Selain itu, Hidayat juga menambahkan, pemimpin yang harus dipilih adalah yang bisa menjadi imam. Imam dalam pandangan Islam, maupun imam dalam pengertian orang yang bisa berada di depan untuk memimpin.

Menurut mantan ketua MPR ini, KMJ seharusnya bisa memberikan pencerahan kepada umat tentang sosok pemimpin yang harus dipilih.

“Namun jika yang memenuhi syarat di atas hanya satu calon, maka mubaligh tidak seharusnya membuat ummat bingung,” tutur Hidayat yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan peserta deklarasi.


Sumber : http://hidayatdidik.net/content/korps-mubaligh-jakarta-resmi-dukung-hidayat-didik

Minggu, 15 April 2012

Hidayat Nur Janji Ciptakan 10 Pengusaha di tiap Kelurahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA SELATAN — Calon Gebernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, berjanji akan meningkatkan dana Pengembangan Keterampilan Bagi Masyarakat (PKBM) di seluruh kelurahan. Dari yang semula hanya senilai Rp 543 juta per tahun, akan ditingkatkan menjadi Rp 1 miliar pertahun, dari anggaran provinsi (APBD).

“Tentu dengan penggunaan (dana) yang transparan, dan jelas peruntukannya, termasuk pelaporannya,” ujar Nur Wahid, saat melakukan kunjungan ke Pasar Raya Tebet Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4) sore kemarin.
Dari peningkatan anggaran untuk PKBM tersebut, ia berharap agar nantinya akan ditemukan potensi-potensi, khususnya dalam pengembangan ekonomi lokal.


“Kita akan targetkan, untuk menciptakan sepuluh pengusaha baru ditiap kelurahan yang ada di Jakarta,” janjinya.

Ia menegaskan, dengan peningkatan dana untuk pengembangan masyarakat tersebut, masyarakat diharapkan agar dapat memanfaatkannya, dan diharapkan memiliki dampak kemajuan bagi masyarakat, khususnya ditingkat bawah.


“Masyarakat-pun berpartisipasi dalam pengawasannya,” ujar mantan Presiden PKS periode 2003-2004 ini.

Pengawasan oleh masyarakat tersebut, ditambahkannya dengan membuka pelayanan untuk pengaduan dari dan oleh masyarakat sendiri. n C40



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan